malu [bagian pertama]

Dasar bodoh..
Apa karena selama ini mata iyank dipakein keler (baca : toples) ya, jadi jarak pandang nya cuma segitu segitu aja. Lebih parah lagi klo ga pake keler. Burem.

Hiks.. malu.
Malu karena ternyata si iyank tuh bener-bener ga ada apa-apanya. Belum ada yang bisa dibanggakan.

Malu.
Banyak banget ternyata orang-orang hebat. BANYAK!!
Dan iyank ngerasa sudah hebat? Apanya??

Malu.
Karena banyak orang yang seusia dengan iyank, bahkan lebih muda dan jauh lebih muda, memiliki pemikiran yang dewasa. Tanggap dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Juga cara pandang mereka terhadap segala sesuatu.

Beda dengan iyank yang punya pikiran DANGKAL, kekanak-kanakan. Malah suka sering mikir “Koq ga kepikiran ya ma iyank?” atau “Iya juga ya?”.

Iyank punya pikiran koq ya simpel banget sih? Ngerasa klo itu hal-hal yang berat yang ga perlu sampe ikut-ikutan mikir. *selfish!!*

Nampak ga peduli sekitar *cuek bebek*. Bener-bener ga peduli sekitar!
Ga tanggap informasi (apalagi teknologi). Apa iyank dah termasuk orang yang mengisolasikan diri?
_________________________________________
(nyoba utk ngungkapin isi kepala, tapi malah bingung)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: