Sering kutanyakan dalam hati
Mengapa kita semua harus terbangun
dari ranjang mimpi yang kita pilih sendiri
Padahal aku enggan
Karena hidup, bagiku tak seindah mimpi
Mengapa kita semua harus terbangun
dari ranjang mimpi yang kita pilih sendiri
Padahal aku enggan
Karena hidup, bagiku tak seindah mimpi
– Hendra Veejay, dalam buku ‘Masihkah Senyum itu Untukku’
____________
Kalau dua hari kemarin aq bangun dengan kepala yang pusing, pagi ini aq terbangun dengan perasaan heran, ga percaya dengan mimpi yang baru saja dialami. Trus, ngerasa aneh juga, kenapa aq masih bisa nginget mimpi itu? Mh.. apa ya, mimpinya tuh terasa begitu nyata. Ada perasaan nyaman di sana. Menyenangkan!
Aq ga tau apa arti dari mimpi itu. Jelas aja, aq kan emang bukan tukang tafsir mimpi. Tapi.. ada satu hal yang segera aq sadari: rupanya, di alam bawah sadarku, dia masih ada..
“Tanya itu jadi satu di kalbu,
bersama rasa seirama surya..”
– Hendra Veejay
July 25, 2008 at 3:28 pm |
yukk mari bermimpi.
July 27, 2008 at 10:43 am |
Assalamu’alaikum wrwb
Zemangat siang iyank,…
justru hidup yg sesungguhnya lebih indah dari mimpi yg terindah
karna ia nyata, dan bukan berada di alam bawah sadar, hehe…
July 27, 2008 at 3:29 pm |
Loh yank.. bermimpi itu asik lho,apalagi yang mimpi pagi2 harus mandi xixixi.. i love it mak nyus